Sabtu, 30 Maret 2013

Diam


Jangan tanyakan pada diamnya dinding
Juga jangan tanyakan pada rumput yang bergoyang
Terlebih lagi pada semut yang berbaris
Sebab takkan kau temukan sepatah jawaban

Selasa, 12 Februari 2013

Keindahan Palsu


Terkadang keindahan tak memberi manfaatnya, saat ia ada namun tak digunakan semestinya. Tapi entahlah apa yang ada di pikiran mereka, orang-orang yang ada sekitar tebing menara, melempar canda mengekor duka. Bahkan aku tak mengerti, sungguh tak mengerti hal yang terbesit tergambar sama, bahkan persis. Perihnya, tak kumiliki sesuatu guna menghapus gambar itu. Meski ia melukiskan keindahan dalam maya, namun tak kuasa menahan perih yang tertinggal setelah memandangnya, perih.

Seumpama Angin


Sajak berirama aksara kembali mengurai cerita
Akan tersiratnya makna jalinan kita
Aku siapa dan kamu juga siapa?

Minggu, 10 Februari 2013

HTS,, Upsz!!


                HTS, pernahkah kalian mendengar istilah ini? Singkatan dari Hubungan Tanpa Status, biar keren disingkat jadi HTS, gak lagi pake istilah TTM-an (Teman Tapi Mesra) yang secara kasat mata vulgar banget. Mungkin bagi kalian yang sangat memegang atau percaya dengan pernyataan “cinta gak harus memiliki” akan lebih memilih untuk  melakukan HTS-an, bener gak? Pasalnya gak mau maksain cinta kita ke orang yang disayang atau memang sebagai modus kalau kalian gak bisa dapati cinta pasangan kalian. Tapi gak itu aja guys, terkadang juga orang-orang yang memilih buat HTS-an berpikir kalau melakukan HTS-an lebih nyaman daripada pacaran. Gak perlu ada yang marah-marah kalau kita deket sama orang lain, gak perlu selalu ngelapor kalau mau kemana-mana atau lagi ngapain, dll, berbeda dengan yang memang menjalin hubungan ‘pacaran’ ya gak?

Jumat, 01 Februari 2013

Ini Dinamika, Bung!


“Manis, asem, asin, rame rasanya!!”
                Aku gak sedang membicarakan rasa permen yang dulu pernah hits banget ya, apalagi buat promosiin permen baru. Aku lagi cerita rasa cinta (loh?). Kalau boleh aku tambahin, pahit, kecut, juga terkadang hambar, melengkapi rasa yang ada di Dinamika, salah satu organisasi intra kampus yang aku geluti hingga saat ini. Kalau ditanya sama beberapa orang yang juga menggeluti sebuah organisasi, sebenarnya mereka juga pasti merasakan hal yang sama. Tapi tentu aku gak bisa menjelaskan secara terperinci perbedaannya, karena aku gak sedang/pernah menjalani semua organisasi (gempor, gilaaak), tapi aku hanya memilih satu, LPM Dinamika. Eits, jangan mendramatisir, ini bukan karena apa-apa, tapi karena memang gak boleh pasang dua apalagi lebih. Hadeh, selingkuh itu memang udah tabiatnya dilarang. (loh, koq kesana?)

Sabtu, 19 Januari 2013

Kumpulan Puisi


Dimuat dalam Buku Antologi Puisi “Menguak Tabir”

Jingga Senja
Hilang nestapa bercampur ria
Semburat goresan bibir muncul di senja
Menembus jingganya langit menghantam bumi
Memercikkan kedamaian insani
Lihat awan menggantung rendah
Menggumpal tutupi sinar merah
Tampak pula burung terbang menuju rumah
Berkejar-kejaran dengan pasangannya
Memperlihatkan betapa romantisnya mereka
Di balik eksotika alam

Kulihat Ayah Lewat Senja

 Dimuat dalam Buku Antologi Cerpen Sketsa Ayah

Menatap langit senja telah menjadi kebiasaan Yuki, wanita manis bertubuh mungil dengan lesung pipi sebelah kiri. Yuki mulai menyukai senja saat masih berumur sembilan tahun. Masih teringat jelas olehnya sosok ayah yang sangat ia kagumi yang memboncengnya dengan sepeda ontel. Membawanya ke atas salah satu bukit di desa kelahiran Yuki untuk menikmati indahnya senja. Ayah Yuki sosok pendiam dan penyayang juga giat bekerja. Setiap kata yang keluar dari mulutnya adalah petuah, sayang untuk dilewatkan. Begitulah anggapan Yuki saking jarang ayahnya untuk berbicara.
Hari ini berbeda dengan hari-hari sebelumnya, sebab kali ini Yuki menatap senja dengan ditemani linangan air mata. Ia merindukan ayahnya. Bagi Yuki, melihat senja bagai melihat sosok ayahnya. Kenangan bersama ayahnya berkelebat dalam pikirinnya hingga membuncahkan kesedihan juga kebanggaannya memiliki ayah yang luar biasa.