Selasa, 14 Januari 2014

Melupakan Kenangan



Adalah aku
Menghujani diriku dengan kesibukan
Menjajahnya tanpa ampun
Tak sedikitpun memberi waktu
Barang sejenak melepas lelah
Tidak, takkan mampu aku berdiam
Barang sedikitpun
Takkan membiarkan pikiranku melayang
Tak tau arah tujuan
Sebab tak ingin aku menyinggahi kenangan
Meski lelah nyaris menghentikan nafas
Takkan berhenti aku sebelum datang ketenangn
Jiwaku resah akan kenangan
Hingga kesibukan jadi jalan keluar
Demi merenggut satu mimpi
Melupakan kenangan

Bebas Berimajinasi



Masih ingat jelas dalam benakku saat masih duduk di bangku sekolah. Saat aku menjelma menjadi anak badung bersama kelima temanku. Ya, teman-teman lain menganggap kami sebuah geng, gengster,, haha.. karena kedekatan yang tak pernah diduga, akhirnya kami menamakan perkumpulan kami dengan sebutan Bahetake. Sebuah singkatan yang kepanjangannya hanya diketahui oleh kami berenam. Setiap kami memiliki ciri yang menjadi kekhasan dari masing-masing kami. Buatku, persahabatan kami penuh warna kebadungan anak remaja. Ya, kami selalu melakukan apa yang ingin kami lakukan tanpa harus banyak pertimbangan. Kami lakukan dan kami nikmati sensasinya. Ya, begitulah.

Senin, 25 November 2013

Rahasia Hujan



Malam kembali bermain
Bersama deru hujan
Menikmati masa-masa bersama
Dalam gemerincik butir bening

Kamis, 07 November 2013

Pil Penenangku


Lenyaplah dalam lelah
Di balik selimut malam
Rembulan ikut sirna
Di telan awan pekat menghitam

Kerinduan



Bagaiman ini?
Aku bak hujan yang merindukan rinainya
Lemah-selemahnya untuk bertahan
Dalam badai kerinduan yang tak semestinya

Saling Menanti



Lihatlah, betapa sepinya saat ini
Hanya detak jarum jam yang menemani
Dengan sedikit hembusan angin panas di luar
Menerpa abu-abu sunyi

Labil Hati



Saat ini aku masih dalam kondisi hati yang kurang baik. Benar, beberapa hari ini suasana hatiku tak kunjung membaik. Selalu ada saja yang mengacau ketenangannya. Bahkan hal-hal kecil menjadi sangat sensitif buatku. Aku urung mendekati banyak orang. Bahkan nyaris menjauh. Memasang jarak dan batas komunikasi. Tak tahu akibatnya dan tak mau tahu sama sekali. Aku kerap tak ingin orang lain menjadi bulan-bulanan emosiku yang berfluktuasi dalam rentang yang jauh.