Minggu, 10 Februari 2013

HTS,, Upsz!!


                HTS, pernahkah kalian mendengar istilah ini? Singkatan dari Hubungan Tanpa Status, biar keren disingkat jadi HTS, gak lagi pake istilah TTM-an (Teman Tapi Mesra) yang secara kasat mata vulgar banget. Mungkin bagi kalian yang sangat memegang atau percaya dengan pernyataan “cinta gak harus memiliki” akan lebih memilih untuk  melakukan HTS-an, bener gak? Pasalnya gak mau maksain cinta kita ke orang yang disayang atau memang sebagai modus kalau kalian gak bisa dapati cinta pasangan kalian. Tapi gak itu aja guys, terkadang juga orang-orang yang memilih buat HTS-an berpikir kalau melakukan HTS-an lebih nyaman daripada pacaran. Gak perlu ada yang marah-marah kalau kita deket sama orang lain, gak perlu selalu ngelapor kalau mau kemana-mana atau lagi ngapain, dll, berbeda dengan yang memang menjalin hubungan ‘pacaran’ ya gak?

Jumat, 01 Februari 2013

Ini Dinamika, Bung!


“Manis, asem, asin, rame rasanya!!”
                Aku gak sedang membicarakan rasa permen yang dulu pernah hits banget ya, apalagi buat promosiin permen baru. Aku lagi cerita rasa cinta (loh?). Kalau boleh aku tambahin, pahit, kecut, juga terkadang hambar, melengkapi rasa yang ada di Dinamika, salah satu organisasi intra kampus yang aku geluti hingga saat ini. Kalau ditanya sama beberapa orang yang juga menggeluti sebuah organisasi, sebenarnya mereka juga pasti merasakan hal yang sama. Tapi tentu aku gak bisa menjelaskan secara terperinci perbedaannya, karena aku gak sedang/pernah menjalani semua organisasi (gempor, gilaaak), tapi aku hanya memilih satu, LPM Dinamika. Eits, jangan mendramatisir, ini bukan karena apa-apa, tapi karena memang gak boleh pasang dua apalagi lebih. Hadeh, selingkuh itu memang udah tabiatnya dilarang. (loh, koq kesana?)

Sabtu, 19 Januari 2013

Kumpulan Puisi


Dimuat dalam Buku Antologi Puisi “Menguak Tabir”

Jingga Senja
Hilang nestapa bercampur ria
Semburat goresan bibir muncul di senja
Menembus jingganya langit menghantam bumi
Memercikkan kedamaian insani
Lihat awan menggantung rendah
Menggumpal tutupi sinar merah
Tampak pula burung terbang menuju rumah
Berkejar-kejaran dengan pasangannya
Memperlihatkan betapa romantisnya mereka
Di balik eksotika alam

Kulihat Ayah Lewat Senja

 Dimuat dalam Buku Antologi Cerpen Sketsa Ayah

Menatap langit senja telah menjadi kebiasaan Yuki, wanita manis bertubuh mungil dengan lesung pipi sebelah kiri. Yuki mulai menyukai senja saat masih berumur sembilan tahun. Masih teringat jelas olehnya sosok ayah yang sangat ia kagumi yang memboncengnya dengan sepeda ontel. Membawanya ke atas salah satu bukit di desa kelahiran Yuki untuk menikmati indahnya senja. Ayah Yuki sosok pendiam dan penyayang juga giat bekerja. Setiap kata yang keluar dari mulutnya adalah petuah, sayang untuk dilewatkan. Begitulah anggapan Yuki saking jarang ayahnya untuk berbicara.
Hari ini berbeda dengan hari-hari sebelumnya, sebab kali ini Yuki menatap senja dengan ditemani linangan air mata. Ia merindukan ayahnya. Bagi Yuki, melihat senja bagai melihat sosok ayahnya. Kenangan bersama ayahnya berkelebat dalam pikirinnya hingga membuncahkan kesedihan juga kebanggaannya memiliki ayah yang luar biasa.

Selasa, 04 Desember 2012

Bulan Penyampai Pesan


Siang berganti malam
Begitu pula terang berubah gelap
Sang surya mulai genit memeluk bulan pancarkan sinar
Menghiasi lukisan memoar malam

Kata pecinta, bulan penyampai pesan
Terlaksana hanya dengan memandang bersamaan
Berbalut kasih tersalur dengan sayang
Menebarkan isi yang terpendam sampai pada tujuan

Siapa sangka bulan beradu pesan
Padahal membungkus suara dalam kebisuan
Mungkinkah keinginan sukma tersampaikan
Jika hanya diam memandang?

Selasa, 27 November 2012

Menyongsong Pena Persma


                Pena Persma, begitulah sebutan bagi Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) yang akan diadakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dinamika Institut Agama Islam Negeri  Sumatera Utara pada 21-25 November 2012 mendatang. Setelah sekian lama berjibaku dalam bidang jurnalistik, untuk pertama kalinya LPM Dinamika IAIN SU akan mengadakan pelatihan yang melibatkan anggota Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) se-Indonesia.

Pertemuan Itu


Kita dipertemukan dalam garis benang merah
Merajut kisah yang sebelumnya tak terlukis
Masih ingatkah masa indah bersama
Bagai meneteskan embun kesegaran di padang pasir
Serangga ikut cemburu
Menintip kita sedang berpadu
Meski kita hanya diam dalam rindu
cuma hati yang bicara saat itu
dan cuma hati yang mengerti
entahlah aku pun tak mengerti apa yang baru saja terjadi
seperti sedang bermimpi di taman semi
menyeruak rindu yang menyiksa karena harus terpisah
kisah sesaat kita
jadikan kenangan terindah dalam realitanya mimpi..