Senin, 22 September 2014

Bisikan Untuk Tuhan

Tuhan,, aku nyaris melawan garis takdir saat rasaku temaram.. Terperosok jauh ke dasar jurang keputusasaan..Tepat saat aku selalu berusaha menengadahkan tangan untuk memohon kekuatan.. Kau menjawabnya dengan melempariku batu ujian,, bertubi-tubi.. Semakin aku menahan,, semakin besar batu itu menimpaku.. Tepat saat aku mencoba tetap tersenyum di balik hati yang mengikis tangis.. Adakah Kau ingin mengajariku cara menghirup nafas kesabaran?? Saat dadaku sudah tersengal nyaris membunuh keimanan??


Lalu Kau tabur benih-benih kekuatan lewat orang-orang terdekat,,bergantian menghampiriku dan seakan mereka menghapus gundahku.. Tak cukup satu,,Kau datangkan dua.. Tak juga dua,,Kau datangkan mereka.. Lewatnya seakan Kau membelai hati yang nyaris mati.. Menyentuh dan memelukku erat tepat di jantung hati.. Kau sadarkan aku bahwa Kau begitu dekat,,sangat dekat.. Apa ini caraMu Tuhan?? Inikah belaian kasihMu?? Terkadang aku ingin marah,,sebab Kau datang di saat aku sudah berada di tepi jurang kekafiran.. Seperti kasih seorang ibu yang sedang membelai anaknya yang tengah menangis tersedu-sedan setelah jatuh berdarah-darah.. Benar-benar menentramkan..

Wahai Tuhan yang Maha Pengasih,, terima kasih atas pukulan yang Kau layangkan.. Terima kasih untuk hati yang Kau hancurkan lalu Kau kuatkan.. Terima kasih untuk kasihMu yang selalu menentramkan.. Terima kasih untuk caraMu mengajarkan arti kehidupan.. Terima kasih untuk jiwa-jiwa yang Kau hadirkan agar aku tahu caranya tersenyum dan menangis di waktu bersamaan.. Terima kasih karena Kau masih mendengarkan jeritan-jeritan yang tak seharusnya..

Tuhan,,terima kasih untuk segalanya.. Mohon selalu jaga hatiku bahkan saat ia tak lagi mampu untuk bertahan menjaga keimanan.. Sebab aku terlalu lemah untuk menjadi insan mulia,,namun juga tak sanggup jika harus menjadi manusia yang tidak Kau ridhoi.. Jangan pernah menjauh dariku Tuhan.. Sebab hanya Kau yang tahu segalanya,, Maha dari segala Maha..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar