Rabu, 04 Juli 2012

Manajemen waktu

DAFTAR ISI


DAFTAR ISI............................................................................................................ i

BAB I : PENDAHULUAN..................................................................................... 1

1.1  Latar Belakang penelitian................................................................................. 1
1.2  Rumusan Masalah............................................................................................. 2
1.3  Tujuan Penelitian............................................................................................... 2
1.4  Asumsi Dan Batasan Masalah.......................................................................... 3
1.5  Metode Pengamatan.......................................................................................... 3
1.6  Manfaat.............................................................................................................. 3

BAB II : KAJIAN TEORI...................................................................................... 4

2.1 Arti Penting Pemanfaatan Waktu.................................................................... 4
2.2 Cara Memanajemen Waktu Dengan Baik...................................................... 5
2.3 Menyusun Daftar Kerja.................................................................................... 7
2.4 Menjalankan Daftar Kerja............................................................................... 7
2.5 Tips Ringan Tapi Penting................................................................................. 8
2.6 Manfaat Dari Memanajemen Waktu Dengan Baik....................................... 8

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN........................................................... 11       

3.1 Metode Dalam Pengumpulan Data.................................................................. 11
3.2 Metode Dalam Menganalisa.............................................................................. 11
3.3 Metode Dalam Perhitungan Persentase........................................................... 12

BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN............................................................. 13

4.1 Hasil Penelitian................................................................................................... 13
4.2 Pembahasan....................................................................................................... 14

BAB V : Kesimpulan Dan Saran........................................................................... 16

5.1 Kesimpulan......................................................................................................... 16
5.2 saran.................................................................................................................... 17

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 18





                                                                                                                  i
Judul : Manajemen Waktu
Peneliti : Nuri Aslami

BAB I : PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

            Persoalan yang dihadapi seorang muslim dan semua manusia di bumi ini dalah waktu hidupnya yang sangat terbatas. Tidak seorang pun yang sanggup menambah tahun, hari, atau bahkan detik sekalipun dalam hidupnya. Meskipun seseorang telah mengerahkan semua waktunya untuk memperoleh pahala, umurnya akan tetap pendek bila dibandingkan dengan umur umat –umat terdahulu. Kenyataan ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda yang artinya bahwa umur umatku antara enam puluh tahun sampai tujuh puluh tahun, dan sedikit sekali yang lebih dari itu.
            Namun ironisnya, umur produktif kebanyakan manusia zaman sekarang ini justru tidak lebih dari 20 tahun. Dalam sejarah penelitian manusia, katakanlah umur seseorang 60 tahun, maka 1/3 dari umurnya pasti hanya digunakan untuk tidur, dengan asumsi bahwa ia tidur 8 jam dalam sehari, 15 tahun masa kanak – kanak dan pubernya (masa dimana belum mukallaf), dan sisanya sekitar 25 tahun. Sisa ini pun, sekitar 2 tahunnya paling tidak dibutuhkan untuk makan, buang hajat, dan sebagainya, yaitu bila masing – masing pekerjaan itu memakan waktu 2 jam dalam sehari. Ini berarti, sisa umur yang benar – benar efektif adalah hanya sekitar 1/3 dari umurnya, yaitu kurang lebih 23 tahun. Namun bukan berarti itu semua tidaklah penting, itu semua penting bagi ketahanan daya tahan tubuh manusia itu sendiri. Masalahnya adalah bagaimana kita dapat memaksimalkan waktu kita ketika kita bangun dan terjaga untuk bekal di kemudian hari kelak.
            Sehubungan dengan itu, umumnya manusia tidak begitu menganggap waktu itu penting. Namun, kenyataannya waktu sangatlah berharga. Bahkan Mr. Adam Smith dengan teori kapitalisme ekonominya pun berkata "time is money". Karena begitu berharganya waktu buat dia. Biasanya orang yang sukses di dunia ini, tidak pernah teledor terhadap waktu. Mereka pasti orang-orang yang tahu bagaimana mengoptimalkan waktu yang mereka punya. Sebutlah Thomas Alfa Edison. Beliau menghargai setiap detik waktu yang dimilikinya untuk melakukan percobaan-percobaan ilmiah. Seandainya waktu itu ia punya motto seperti umumnya remaja sekarang, masa muda untuk foya-foya dan tak ada penghargaan terhadap waktu, bukan tidak mungkin kamu masih bergelap-gelapan karena bola lampu belum ditemukan.
Selain itu, Bill Gates, di usianya yang 19 tahun telah berhasil membuat program komputer. Enam tahun kemudian di usianya ke-25 tahun, dia telah berhasil membuat perusahaan sendiri dan terbesar di seluruh dunia, Microsoft . Lalu ada Ibnu Sina yang di Barat terkenal dengan nama Avicenna. Pada umur 17 tahun beliau belajar kedokteran dan setahun kemudian sudah jadi dokter. Pada usia 21 tahun, buku satu perpustakaan terbesar dan terkenal di zamannya sudah habis dilahap sekaligus awal mula beliau menulis buku tentang kedokteran yang menjadi acuan seluruh dunia.

Namun, dari semua kesuksesan tersebut di atas, tidak ada yang dapat mengalahkan sebutan “bagai macan di siang hari dan bagai rahib di malam hari”. Itu adalah sebutan Rasulullah untuk para sahabat beliau. Siang hari beramal dan beraktivitas untuk memenuhi kewajiban mencari nafkah seperti giat berdagang, menuntut ilmu, silaturahim, berjihad, dan sebagainya. Di malam harinya mereka beribadah sholat malam seakan-akan tak ingin sedetik pun terpisah dari berasyik masyuk dengan Rabb-nya. Maka pantas jika mereka dianugerahi gelar sebagai umat terbaik sepanjang zaman. Karena setiap detiknya dalam waktu mereka benar-benar sangat dihargai.
            Sedangkan dizaman sekarang ini, sangatlah sulit untuk mencari orang – orang seperti mereka. Terlihat dari masih banyaknya orang – orang yang tidak memanfaatkan waktunya. Dalam sebuah penelitian melaporkan bahwa dalam sebuah sekolah yang kita sendiri tahu bahwa sekolah merupakan tempat untuk mendidik, hanya sedikit para penghuni perpustakaannya dibandingkan dengan jumlah seluruh penghuni sekolah. Padahal terhitung waktu yang dapat diluangkan untuk ke perpustakaan cukup banyak, yaitu mulai dari jam 07.30 sampai jam 12.30. Selain itu, banyaknya pelajar yang nongkrong depan warung dekat sekolah ataupun yang pada keluyuran sibuk cuci mata di mal – mal atau juga ngegosip di berbagai tempat yang disukai setelah jam pelajaran usai, sangat tidak sebanding dengan jumlah pelajar yang melakukan belajar tambahan ataupun berdiskusi bersama setelah jam pelajaran usai.
            Selain dari sisi remaja atau dari golongan muda, terlihat juga dari sisi dewasa atau golongan tua yang masih tidak menghargai waktu yang mereka miliki. Di berbagai birokrasi misalnya, pegawai yang benar – benar bekerja saat jam kerja,jumlahnya masih  terlihat sangat sedikit dibandingkan dengan banyaknya pegawai yang tidak menjalankan tugas semestinya, seperti adanya  para pegawai yang asyik main catur saat jam kerja atau juga yang asyik ngobrol dengan sesama rekannya, belum lagi para pegawai wanita yang sibuk menghiasi wajahnya dengan waktu yang cukup lama saat jam kerja. Jadi, sangatlah wajar jika birokrasi – birokrasi di Indonesia tertinggal jauh dibandingkan dengan Negara tetangga. Biasanya hal ini menimpa orang – orang yang miskin akan konsep hidup dan tidak mengerti tujuan mereka dalam menjalani hidup.
            Serangkaian dari itu, untuk mengetahui betapa pentingnya waktu yang singkat ini dalam hidup kita, bagaimana cara memanajemen waktu yang baik, dan manfaat yang akan ditimbulkan dari itu semua, maka penulis menuliskan sebuah karya ilmiah yang berjudul “Manajemen Waktu”.

1.2 Rumusan Masalah

            Berdasarkan latar belakang masalah diatas, ditetapkan rumusan masalah sebagai berikut :
  1. Bagaimana cara mengatur/mengelola waktu dengan baik ?
  2. Apa sajakah manfaat yang akan ditimbulkan dari memanajemen waktu ?

1.3 Tujuan Penelitian

            Sesuai dengan rumusan masalah penelitian, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
  1. Mendeskripsikan cara mengelola waktu dengan baik.
  2. Mendeskripsikan manfaat yang akan ditimbulkan dari mengelola waktu.

1.4 Asumsi Dan Batasan Masalah

1.4.1 Asumsi
Dalam penelitian ini, penulis berasumsi bahwa dengan memanajemen waktu, maka dapat mengurangi keterpurukan dalam globalisasi yang sedang kita hadapi saat sekarang ini.

1.4.2 Batasan Masalah
1.      Waktu hanya dapat terus mengalir seperti air tanpa bisa memutar kembali waktu yang telah lewat walau hanya sedetik. Oleh karena itu, yang akan dibahas dalam karya ilmiah ini adalah sebatas cara untuk memanajemen waktu yang baik dalam kehidupan sebagaimana mestinya dan bukan membahas bagaimana cara memutar kembalinya waktu sebagaimana yang telah disebutkan diatas.
2.      Dalam penelitian ini, penulis hanya sebatas membahas cara mengatur waktu dalam kehidupan dan manfaat yang akan diperoleh dari hasil memanfaatkan waktu dengan mengatur waktu tersebut secara efisientif. Kemudian cara – cara tersebut akan diuji keterkaitan konsumen dalam hal ini.

1.5 Metode Pengamatan
            Metode pengamatan yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah studi literature, wawancara, percobaan, dan pengangketan.

1.6 Manfaat
            Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian yang telah penulis lakukan adalah sebagai berikut :
  1. Sebagai salah satu sarana kesadaran mengenai telah banyaknya waktu yang telah terbuang dengan sia – sia.
  2. Sebagai salah satu upaya dalam mengurangi telah banyaknya waktu yang terbuang dengan sia – sia.














BAB II : KAJIAN TEORI

2.1  Arti Penting Pemanfaatan Waktu.

Waktu adalah hidup dan modal kita. Atau, dengan kata lain waktu adalah umur kita. Maka, janganlah menyia-nyiakannya, meski hanya sedetik saja untuk berbuat maksiat. Waktu juga ibarat pedang. Bila kita tidak mahir menggunakan dan memainkannya, bukan tidak mungkin suatu hari nanti ia akan melukai atau bahkan membunuh diri kita sendiri. Jadi, belajarlah cara memainkan pedang, dalam arti mengelola waktu agar ia tidak menjadi senjata makan tuan.
Secara definisi yang terpisah, arti manajemen berasal dari kata ‘manage’ yang berarti mengurus, mengatur, melaksanakan, dan mengelola. Sehingga secara keseluruhan definisi manajemen waktu menurut saya adalah usaha manusia mengatur dan mengelola masa hidupnya di dunia yang diberikan oleh Allah agar hidupnya tersebut mendapatkan keridhoaan Allah swt (bahagia di dunia dan di akhirat).
Kalau kita ingin sukses di dunia fil akhiroh, janganlah kita menyia-nyiakan waktu berlalu begitu saja. Justru kesuksesan seseorang itu bisa datang akibat memanfaatkan waktu. Kebahagiaan orang bisa hadir, akibat mensetting waktu. Bahkan kita bisa masuk surga atau neraka, akibat waktu yang kita jalani. Memilih belajar Islam, memahaminya dan menjalankannya atau hanya sekedar makan, minum tidur dan buang hajat.
Kalau kita melihat, misalnya seseorang yang setiap harinya membakar uang, meski hanya sedikit, tentu kita akan menganggapnya orang bodoh yang tidak layak memilki harta. Adapun orang yang menyia-nyiakan sebagian dari umurnya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, adalah lebih bodoh dari orang tersebut. Karena, harta dapat diganti, sedangkan umur bila sudah berlalu tidak akan mungkin kembali lagi. Sebagaimana kata seorang penyair bahwa hari kemarin, yang baru saja berlalu, tidak ada yang dapat mengembalikannya.
Seorang mukmin hakiki pasti sadar bahwa ia senantiasa berpacu dngan waktu. Dan bila ia melalui sebuah waktu tanpa memanfaatkannya untuk mendulang pahala, berarti ia telah lengah dan terperdaya. Atas dasar itulah, Ibnu Mas’ud berkata bahwa dia tidak pernah menyesali sesuatu seperti dia menyesali hari yang mataharinya sudah terbenam, sedang umurku berkurang dan amalku tidak brtambah. Karenanya, ketika seorang muslim duduk di suatu majlis atau berjalan dalam suatu perjalanan tidak ingat sedikit pun pada Rabbnya, pada hari Kiamat kelak, ia akan menyesal karena waktunya itu ia lalui bukan untuk suatu ketaatan yang dapat mengangkat derajatnya satu tingkatan di surga.
Kadang, cara sebagian ulama kita terdahulu memanfaatkan waktu untuk ketaatan kepada Allah, tergolong khurafat menurut pemikiran kita saat ini. Seperti diceritakan Abu Nuaim dalam Hilyatul Auliya’ misalnya, konon Dawud ath-Tha’I lebih suka minum fatit (sop roti) daripada makan roti. Ketika ditanya alasannya melakukan hal itu, ia menjawab, “Perbedaan waktu untuk mengunyah roti dan minum sop roti itu cukup untuk membaca lima puluh ayat.”
Kisah di atas, cukup membuat malu orang untuk bertanya tentang hukumnya bermain kartu ataupun catur, atau menonton berbagai macam bentuk film: romatis, horror, ataupun komedi. Dan membuat kita menyadari betapa pentingnya pemanfaatan waktu dengan baik. Sebab, kita tidak akan pernah tahu kapan jantung kita berhenti berdetak. Setiap kali usai menyelesaikan tugas kita mencari kehidupan, gunakan sisa waktu kita untuk menambah pahala dengan melakukan kebaikan, seperti berdzikir, membaca Al-Qur’an atau buku-buku yang bermanfaat, silaturrahmi, berdakwah di jalan Allah dan lain sebagainya.

2.2  Cara Memanajemen Waktu Dengan Baik

Memang tidak ada satu cara yang ampuh yang berlaku bagi semua orang dalam manajemen waktu, tetapi dengan mengenali diri sendiri dengan lebih baik kita dapat menentukan bagaimana kita akan mempergunakan waktu kita dengan lebih efektif. Patut pula diingat bahwa inti dari manajemen waktu adalah konsentrasi pada hasil dan bukan sekedar menyibukkan diri. Banyak orang menghabiskan hari-harinya dengan berbagai kegiatan yang seakan tiada habisnya tetapi tidak mendapat capaian apapun karena kurang konsentrasi pada hal yang benar.
Dalam memanajen waktu, pertama kali kita harus memiliki komitmen untuk mengatur waktu, dan seterusnya. Membuat komitmen untuk mengontrol waktu kita merupakan langkah pertama bagi manajemen waktu yang sukses. Langkah selanjutnya adalah merencanakan dan memprioritaskan waktu kita dengan menuliskan tujuan hidup kita.
Manajemen waktu secara tertulis tidak hanya membuat rencana kita lebih efektif, namun juga akan memperdalam komitmen kita terhadap tujuan kita. Tambahan lagi, kita akan punya catatan untuk memandu, menelusur balik, serta menganalisa tujuan kita. Secara ideal, kita seharusnya hanya punya satu sistem perencanaan waktu yang membundel elemen-elemen berikut ini secara bersama. Untuk itu aturlah waktu dengan cara manajemen waktu seperti di bawah ini:

1.      Gunakan Pensil
Jika kita ingin menjadwal hidup kita, lupakan bolpoin atau sesuatu yang bertinta. kita akan membuat perubahan-perubahan dalam perencanaan, karena itu sebuah pensil dapat lebih menolong kita membuat perubahan tersebut tanpa bersusah payah mencari tip ex. Lagi pula, penggunaan pensil akan menolong kita untuk tetap fleksibel saat kita merencanakan waktu kita. Hidup dapat menjadi tidak terprediksi dan pensil merupakan alat yang tidak sulit untuk mengubah-ubah. Dengan kata lain, alat sederhana ini membantu kita lebih mampu mengendalikan rencana-rencana kita.

2.      Tetapkan Tujuan Dan Cita-Cita Kita
Tanyakan pada diri kita sendiri tujuan hidup kita. Lalu tulis semua jawaban kita dalam sebuah buku.Tetapkan tujuan dan cita-cita yang realistis dan terukur dalam arti sesuai dengan kemampuan kita. Karena orang-orang yang sukses dan bahagia adalah orang-orang yang mengetahui tujuan hidup dan menyadari kemampuannya.

3.      Gunakan Kalender
Sebuah kalender memberi kita pandangan ke depan yang luas dari seluruh komitmen kita –belajar, dakwah, keluarga, pribadi, komunitas dan sosial. Masukkan janji baru, kejadian, pertemuan, deadline suatu kerjaan, juga tanggal ketika kita merencanakan untuk memulai sesuatu dengan baik. Untuk menghindari terlalu banyak penjadwalan, pastikan kalender kitaa siap diakses setiap waktu, ketika di sekolah, di rumah, dan ketika dalam perjalanan.

4.      Rencanakan Aktivitas Mingguan
Luangkan waktu seminggu sekali untuk menjadwalkan janji, komitmen belajar, tugas, waktu pribadi, waktu keluarga, dan lainnya dalam perencanaan satu minggu ke depan dalam mencapai tujuan hidup. Bermurah hatilah dalam estimasi waktu untuk penyelesaian tugas dan rancanglah deadline yang layak. Berpikir realistislah mengenai waktu kita. Jika perlu, gunakan stabilo agar jika ada acara dadakan, jadwal yang telah ditulis tetap terlihat jelas.

5.      Buatlah Daftar Kerja Harian Atau Skala Prioritas
Sebuah daftar kerja dapat menjadi sangat bernilai untuk menolong kita mengendalikan waktu kita. Tentu di samping sebuah kalender. Sebuah daftar kerja memberi kita pandangan sekilas terhadap apa saja yang kita butuhkan, atau kita inginkan untuk diselesaikan pada hari kita. Orang lain merasa bahwa daftar kerja merupakan pembuangan waktu yang tidak efisien. Tapi, jika digunakan secara benar, daftar kerja ini mampu:
§  Meminimalisir kebingungan karena adanya pengkategorian prioritas kegiatan serta jelasnya tujuan akhir.
§  Menjaga acara-acara sepele yang harus senantiasa diwaspadai.
§  Meningkatkan kemampuan kita dalam mengingat karena ketika kita harus menuliskan segala sesuatu, pikiran kita pun akan aktif bekerja.
§  Menolong kita memprioritaskan aktivitas kita.
Mengerjakan beberapa hal dalam suatu hari tanpa sebuah daftar kerja dapat membuat bekerja begitu saja tanpa arahan yang jelas. Kadang kita dapat temui orang yang sore hari sudah kehabisan tenaga tapi tetap bingung, kepalanya pusing, hatinya mengeluh, “Aku tahu aku tadi sudah sibuk, tapi tampaknya tidak ada hasil dari seluruh aktivitasku tadi.”

6.      Batasi Rencana Kita.
Terlalu banyak rencana juga bukanlah hal yang baik jika anda sadar tidak mungkin mengerjakan semuanya. Rencana yang terlalu banyak hanya akan membuat anda stress. Bahkan jika anda gagal mencapainya anda bisa frustasi. Buatlah rencana yang anda yakin dapat menyelesaikannya. Dahulukan rencana yang lebih penting dalam daftar kerja kita.

7.      Luangkan waktu.
Walau kita sudah memiliki sejumlah rencana yang akan segera kita kerjakan, jangan lupa luangkan waktu kita untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan bagi kita pribadi. Misalnya tidur/beristirahat, melakukan hobi, berkumpul dengan keluarga dan sahabat, berolahraga, belanja, dan bermain internet. Kita juga harus tetap mempunyai kehidupan sosial demi keseimbangan hidup kita. Jadi, tidak ada salahnya kita menjadwalkan berkunjung dan mengobrol dengan teman atau mengerjakan hobi kita yang lain. Tetapi jangan sampai kesenangan itu menyita waktu kita sehingga mengesampingkan hal-hal yang lebih penting.

8.      Manfaatkan waktu menunggu atau kombinasikan dua kegiatan.
Jika kita menggunakan transpotasi umum untuk pergi dan pulang dari berpergian, seringkali harus menunggu beberapa menit bahkan beberapa jam di halte atau peron. Mengapa tidak manfaatkan waktu menunggu tersebut untuk membaca? Bawalah catatan atau ringkasan kuliah kemana pun kita pergi dan baca setiap ada kesempatan meskipun hanya satu paragraf. Jika kita menggunakan kendaraan pribadi, mobil misalnya, jangan membaca sambil mengemudi karena sangat berbahaya. Tapi tidak berarti tidak bisa belajar selama perjalanan. Dengarkan saja rekaman belajar kita sendiri dari kaset.

2.3  Penyusunan Daftar Kerja

Kini saatnya bagi kita untuk menyusun suatu daftar kerja,seperti berikut ini :
  1. Malam sebelumnya atau pagi-pagi sekali, pikirkan seluruh kerjaan harian kita dan tulislah. Pakai kertas kosong atau notes kecil tidak masalah, yang penting tertulis. Jangan lupa hal-hal atau kerjaan-kerjaan yang sepele!
  2. Kelompokkan mereka dengan menggunakan kode, seperti: A= item yang harus dikerjakan, B = item yang seharusnya dikerjakan, C = item yang bisa dikerjakan.
    Jadi, prioritas pengerjaan A lebih tinggi dari B dan C. Sedangkan prioritas kategori B lebih tinggi dari C.
  3. Prioritaskan tiap kelompok dengan menambahkan nomor setelah huruf, contoh:
    A1 menyelesaikan tugas matematika,
    A2 mengerjakan tugas kelompok biologi,
    B1 ke kantor pos ambil wesel,
    B2 memposkan tagihan,
    B3 ke laundry,
    C1 telepon keluarga,
    C2 merapikan berkas-berkas,
    Di dalam tiap kategori angka yang lebih kecil menunjukkan prioritas yang lebih tinggi. Jadi, prioritas pengerjaan A1 lebih tinggi daripada A2.

2.4  Menjalankan Daftar Kerja

Pertama sekali, jadikan daftar ini mudah dilihat setiap waktu selama hari-hari kita supaya kita tetap terfokus dan berada pada jalur yang benar. Kerjaan-kerjaan tersebut harus diselesaikan berurutan sesuai nilai prioritas kerjaan tersebut, kecuali jika kerjaan tersebut punya waktu sisipan, seperti pertemuan atau pelajaran di kelas. Masukkan kerjaan-kerjaan yang bisa dikerjakan secara cepat ke kategori B dan C. Tujuan kita adalah menyelesaikan seluruh item A, dan sedapat mungkin B serta C. Walaupun demikian, tetaplah realistis dengan batasan waktu kita dan prioritas kita. Tidak semua kerjaan merupakan kategori A hari ini, bahkan jika hal tersebut sangat penting.
Berilah tanda cek atau silang pada setiap tugas yang telah kita selesaikan. Pada akhir setiap hari, pindahkan item kerjaan yang belum bisa kita selesaikan ke daftar kerja hari lainnya. Daftar kerja hari lainnya bisa berarti hari berikutnya atau seminggu lagi, atau hari yang lain sesuai dengan perencanaan waktu kita. Ini menjaga seluruh kerjaan yang belum selesai tetap tidak terlupakan. Ketika kita gagal menyelesaikan suatu kerjaan pada suatu hari, cantumkan panah padanya dan pada tanggal berikutnya di mana kita
menambahkan kerjaan itu.
Contoh: à 1/3 C2 merapikan berkas-berkas. Ini berarti kerjaan ‘merapikan berkas-berkas’ kita pindah pada tanggal 1 Maret dengan prioritas C2.
Dengan memindahkan kerjaan-kerjaan tertentu, sadarilah bahwa prioritas kerjaan itu pun dapat berubah. Karena itu, perhitungkan pula prioritas kerjaan-kerjaan yang kita pindahkan tersebut. Walaupun ‘merapikan berkas-berkas’ bisa jadi kita beri kode C2 hari ini, tapi dalam beberapa hari, ia dapat naik masuk kategori A atau B. Jangan berharap diri kita bisa menyelesaikan seluruh item karena mesti ada item-item yang punya prioritas lebih rendah yang dapat dilaksanakan pada waktu mendatang.
Di sisi lain, jika kita menyelesaikan seluruh kerjaan kita hari ini, maka kita dapat melihat jadwal kerjaan ke depan dan menyelesaikan beberapa kerjaan yang kita rencanakan untuk kita selesaikan pada hari-hari depan tersebut. Artinya kerjaan pada hari-hari depan dapat kita selesaikan pada hari tersebut. Dengan begini, kita dapat  menabung waktu, dan tabungan waktu tersebut suatu hari dapat kita buka sebagai hari istirahat.
Jika kita memiliki sebuah kalender dengan penjilid spiral, kita dapat menempatkan daftar kerjaan kita pada penjilid spiral tersebut. kita dapat lebih efektif jika daftar kerjaan kita terletak nggak jauh-jauh dari kalender harian kita. Jadikan menambahkan tugas serta janji ke daftar kerja harian kita sebagai kebiasaaan. Namun, ketika kita memiliki ide cerah untuk menyelesaikan sesuatu, jangan tunda sesuatu yang harus kita selesaikan tersebut hingga hari sebelum hari deadlinenya. Kalaupun kita tidak dapat mengerjakannya ketika kita dapat ide cerah tersebut, kita dapat menuliskan ide cerah tersebut, sehingga jika tiba waktu untuk menyelesaikannya, kita tinggal menjalankan ide cerah kita tersebut.

2.5  Tips Ringan tapi Penting

Terakhir kali, ada beberapa tips agar manajemen waktu kita lebih menggigit. Pecahlah proyek besar menjadi beberapa kerjaan yang dapat diatur yang dapat diselesaikan dalam suatu jangka waktu. Ini mencegah kita dari terbebani dengan pekerjaan.
Seorang psikolog dan terapis merekomendasikan untuk memulai mengerjakan sebuah kerjaan kecil atau bagian kecil dari suatu kerjaan yang besar. “Hal ini cenderung memotivasi kita untuk meneruskannya karena ini memberimu perasaan penting bahwa daftar kerjaan kita bermanfaat bagi kita.” Katanya. Jangan biarkan acara pembuatan daftar kerja memakan waktu pengerjaan kerjaan itu sendiri! Terlalu banyak waktu untuk mempersiapkan daftar kerjaan kita tanpa beraksi tentu saja merupakan acara buang-buang waktu.

2.6  Manfaat Dari Memanajemen Waktu Dengan Baik

            Sebuah system manajemen waktu yang sesuai dengan kebutuhan, dapat membantu kita menyelesaikan pekerjaan dalam waktu singkat. Apapun prioritasnya, mempelajari cara mengatur hidup dan belajar akan membantu kita mencapai tujuan hidup kita. Berikut ini adalah jawaban untuk pertanyaan “Mengapa Saya harus me-manage waktu saya?”
Karena sistem manajemen waktu yang efektif dapat :
  1. Membantu kita membuat prioritas.
          Misalnya bertemu kekasih yang sudah seminggu tak bertemu atau mengerjakan bahan presentasi atau tugas yang akan dikumpul besok atau juga yang lain sebagainya.
  1. Mengurangi kecenderungan untuk menunda.
          Biasanya hal yang satu ini yang membuat manusia-manusia di dunia ini susah sekali untuk sukses. Saya pribadi merupakan penderita akut penyakit ini. Sistem manajemen waktu adalah obatnya.
  1. Membantu kita menghindari “tabrakan waktu”.
          Dengan menulis semua aktivitas, tugas, janji, pesan dan pengingat kita hanya disatu tempat, akan membantu kita memastikan bahwa dua atau tiga kegiatan tidak dilaksanakan pada waktu yang bersamaan. Jika terjadi tabrakan waktu, kita akan mengetahui sejak awal dan memungkinkan untuk mengatur kembali jadwal kita.
  1. Memberi kita kebebasan dan kendali.
          Manajemen waktu tidak akan membatasi ruang gerak seseorang. Sebuah kendali terhadap bagian dari hari kita, memungkinkan kita untuk menjadi fleksibel pada hari-hari berikutnya.
  1. Membantu kita menghindari perasaan bersalah.
          Kita akan belajar dengan nyaman jika kita menyediakan waktu tertentu untuk melakukannya. Tanpa sebuah rencana untuk mengerjakan tugas kita saat ini, kita mungkin merasa “kepala kita terbebani”. Bahkan juga ketika kita tidak sedang mengerjakan tugas tersebut.
  1. Kita bisa hidup dengan seimbang dan selaras.
Kita tahu kapan harus sekolah, belajar, bekerja, bantu ortu, bahkan dakwah yang juga kewajiban tiap individu muslim. Sehingga kita tidak merasa khawatir terhadap jadwal yang tidak menentu.
7.      Kita dapat merencanakan tujuan or cita-cita yang dikehendaki.
Dengan terampil mengatur waktu, tidak ada cita-cita ataupun tujuan yang tidak mungkin tercapai selain ditunjang dengan ikhtiar/usaha dan doa. Karena segala sesuatunya telah kita siapkan dengan matang sebelumnya. Sehingga kita sendiri dapat merasa yakin atas tujuan yang akan kita peroleh.
8.      Selalu termotivasi untuk mencapai tujuan dan cita-cita.
Dengan kita mengatur waktu dengan baik, kita akan selalu termotivasi ataupun semangat dalam mencapai tujuan kita karena ketika kita melakukan pengaturan waktu kita, kita akan selalu berharap agar mendapatkan hasil yang memuaskan atas apa yang telah kita lakukan selama ini.
9.      Kita bisa lebih produktif.
Hal ini dapat terjadi karena ketika kita menggunakan manajemen waktu kita akan merasa betapa nikmat dan ringannya segala sesuatu itu untuk dilakukan karena kita memiliki waktu yang teratur dalam melakukan sesuatu. Sehingga kita akan tahu ruginya menyia-nyiakan waktu dan kita akan lebih percaya diri serta lebih kreatif.
  1. Membantu mengevaluasi kemajuan kita.
          Jika kita menyadari bahwa kita dapat membaca 75 halaman perminggu, sedangkan pada minggu ini kita hanya membaca 60 halaman, maka kita tidak memerlukan kalkulator untuk mengetahui bahwa kita memang tertinggal pada minggu ini. Dan dengan begitu kita akan tau, ‘sedang dalam posisi apa saya ini?’ artinya dibutuhkan sedikit waktu untuk mengejar ketertinggalan itu. Dan keuntungan buat kita, kita dapat langsung menyadarinya, dan segera bertindak.
           
Untuk itu, Tidak ada ruginya untuk me-manage waktu kita, serasa dunia digenggaman tangan kita. Jangan biarkan hidup kita seperti air, sangatlah beruntung bila air itu jatuh kesamudra, terangkat keatas menjadi awan dan jatuh lagi kesungai atau pegunungan dan kembali ke samudra, tapi sungguh malang jika air itu jatuh kedalam got. Gelap, bau, dan tak pernah terangkat keluar dari sana.Lebih baik menentukan jalan cerita hidup dari pada menunggu yang tidak jelas.



































BAB III : METODOLOGI PENELITIAN

            Beberapa metode yang penulis gunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah sebagai berikut :

3.1  Metode Dalam Pengumpulan Data

  • Riset Lapangan, yaitu metode yang penulis gunakan dengan cara meninjau secara langsung ke lapangan untuk melihat serta memahami kenyataan yang sesungguhnya pada objek penelitian.
  • Riset Perpustakaan, yaitu metode yang penulis gunakan dengan cara mencari, membaca, serta memahami berbagai literature buku yang erat kaitannya dengan masalah yang di bahas. Adapun perpustakaan yang telah dikunjungi serta di kutip penggalan isi bukunya adalah perpustakaan MAN 2 Model Medan, perpustakaan di sebuah organisasi di Dusun X Medan Estate, dan perpustakaan daerah.
  • Riset Website Internet, yaitu metode yang penulis gunakan dalam mengumpulkan data dengan cara menjelajahi berbagai website Internet dengan situs yang sesuai dengan masalah yang sedang dibahas dalam karya ilmiah ini.
  • Riset Pengangketan, yaitu metode yang penulis gunakan dalam pengumpulan data dengan cara penyebaran angket mengenai masalah terkait dengan tujuan untuk mengetahui berapa besar masyarakat yang meggunakan manajemen waktu dan berapa besar pro dan kontra masyarakat terhadap pemanajemenan waktu. Penyebaran angket dilakukan pada 24 April 2009. Angket dibagikan kepada para penghimpun sebuah organisasi di perkampungan Dusun X Medan Estate. Sampel yang diambil adalah sebanyak 15 orang, dengan 6 pertanyaan yang terdiri dari 5 pertanyaan pilihan dan 1 pertanyaan isian.
  • Riset Percobaan, yaitu metode dalam penulisan karya ilmiah dengan cara mencoba secara langsung penggunaan manajemen waktu dengan tujuan untuk mengetahui hasil yang didapat dari pemanajemenan waktu itu sendiri. Metode ini dilakukan dengan 2 percobaan yang menjadi perbandingan di antaranya.Kedua percobaan tersebut sama-sama dilakukan dengan cara yang telah tertera di atas. Pada percobaan I, dilakukan dengan keinginan yang sungguh-sungguh dan konsentrasi yang sungguh-sungguh pula. Sedangkan pada percobaan II, dilakukan dengan tidak sungguh-sungguh atau hanya sekedar mencoba.

3.2  Metode Dalam Menganalisa

  • Metode Deduktif, yaitu metode mengumpulkan bahan-bahan terkait masalah yang akan dibahas dalam karya ilmiah ini, kemudian menarik kesimpulan yang bersifat dari yang umum dibawa yang khusus.
  • Metode Induktif, yaitu metode membahas suatu masalah yang kemudian dikembangkan dengan dalil-dalil serta bukti-bukti yang ada, lalu menarik kesimpulan yang bersifat dari yang khusus dibawa yang umum.



3.3  Metode Dalam Perhitungan Persentase

Data yang diperoleh dari angket dikumpulkan dan ditulis dalam bentuk persentase. Adapun cara yang penulis gunakan dalam menghitung persentase sample dari pengumpulan data dengan angket adalah sebagai berikut :



 100%
 
 





Keterangan :
X = jumlah sample yang memilih
 = jumlah total sample
































BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1  Hasil Penelitian

Setelah dilakukan uji angket dan percobaan mengenai masalah penelitian terkait, maka didapat data sebagai berikut :
                                            
  • Dari penelitian melalui data angket, telah diperoleh bahwa masih banyaknya di antara kita yang belum dapat menggunakan waktunya dengan baik. Hal ini terlihat dari data angket yang menunjukkan bahwa hanya sekitar 13,33% dari sample yang menggunakan waktunya dengan baik karena dapat mengatur waktu tersebut dengan menggunakan pemanajemen waktu seperti yang telah tertera sebelumnya, 20,00% dari sample yang menggunakan waktunya dengan cukup baik, dan 66,67% dari sample menunjukkan bahwa mereka benar-benar tidak menggunakan waktu yang mereka punya dengan baik.
  • Dari penelitian yang dilakukan melalui pengumpulan data dengan angket, maka dapat diperoleh bahwa mayoritas sample pengisian angket (86,67%) menyatakan bahwa manajemen waktu merupakan salah satu sarana dalam mencapai kesuksesan serta membantu kita dalam menyelesaikan tugas-tugas ataupun kegiatan kita sehari-hari. Dan 13,33% sample menyatakan bahwa manajemen waktu sangatlah membatasi gerak kehidupan kita atau degan kata lain tidak menyetujui dalam penggunaan manajemen waktu.
  • Pada percobaan I, dapat diperoleh bahwa percobaan I yang telah dilakukan mendapatkan hasil yang memuaskan dan mendapatkan manfaat yang telah tertera di atas. Walaupun tidak semua manfaat dapt diperoleh, namun setidaknya telah menunjukkan suatu keberhasilan.
  • Pada percobaan II, menunjukkan bahwa hasil yang didapat sangatlah tidak baik, menimbulkan stress ataupun yang sejenis itu. Karena orang yang tidak mampu mengatur waktunya sendiri tidak akan mampu mencapai sesuatu yang baik pula serta telah menyia-nyikan kesmpatan dalam menapak suatu kesuksesan.
  • Dari penelitian melalui kedu percobaan ini, dapat diperoleh bahwa memang dalam memulai sesuatu yang baik itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tergantung pada diri kita sendiri yang benar-benar memiliki kemauan atau hanya sekedar mencoba, bosan lalu mengabaikannya. Dengan adanya azzam ( keinginan yang kuat ), maka kita akan mampu untuk melakukan sesuatu. Orang yang tidak mampu mengelola waktu dengan baik akan menciptakan ‘stress’ yang tidak perlu, mendapatkan hasil yang kurang optimal dan mengahancurkan kesempatan untuk sukses. Sedangkan mereka yang mengelola waktu dengan efektif bekerja dengan lebih ’cerdik’ akan membantu meningkatkan hasil dan merupakan asset yang bernilai untuk umat. Percobaan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa cara yang tertera insyaAllah sangat manjur untuk mencapai kesuksesan.
                               




4.2  Pembahasan

Waktu adalah modal utama dalam hidup kita. Maka berbahagialah siapapun yang pandai mengatur dan memanfaatkan waktu sehingga tidak berlalu sia-sia” (KH. Abdullah Gymnastiar). Al-waqtu kassaif (Waktu adalah pedang). Layaknya pedang ia bisa bermata dua , apakah untuk kebaikan  ataukah untuk keburukan. Al-waqtu huwal hayat (Waktu adalah kehidupan itu sendiri). Menyia-nyiakan waktu berarti menyia-nyiakan kehidupan itu sendiri. Sebaliknya bila kita menginginkan kehidupan bernilai ibadah maka tak ada pilihan lain selain mewarnai dan mengisi waktu dengan ibadah.
Manajemen waktu adalah keterampilan mengatur waktu agar berhasil mencapai cita-cita atau tujuan hidup positif yang dikehendaki. Dalam teori manajemen, proses manajemen tidak terlepas dari istilah POACE (Planning, Organizing, Actuating, Controlling, Evaluating.
  • Planning : sebelum kita membuat langkah-langkah dalam manajemen waktu, sebaiknya kita harus mempunyai rencana hidup. Misalnya kita harus punya rencana 10 tahun kedepan, 5 tahun kedepan, 3 tahun kedepan, 1 tahun kedepan, 1 bulan kedepan sampai 1 minggu kedepan.
Dalam membuat perencanaan, sebaiknya kita harus dapat membuat perencanaan yang SMART (artinya pintar, cerdas,dst). SMART juga merupakan sebuah singkatan dari (Spesific, Measurable, Action related, Realistic, dan Time based).
1.     Spesific, kita harus dapat membuat perencanaan dengan jelas, misal 10 tahun kedepan saya akan menjadi guru Matematika di sebuah sekolah terfavorit.
2.     Measurable: artinya rencana yang telah kita buat itu harus terukur, punya parameter keberhasilan untuk menuju ke rencana tersebut. Misalnya menjadi guru Matematika di sebuah sekolah. Kita perlu memiliki dokumen mengenai peningkatan cita-cita kita.
3.     Action Related: adalah kita perlu menentukan sejumlah langkah yang berurutan semakin dekat dengan pencapaian sasaran kita. Misalnya: untuk menjadi guru matematika di sebuah sekolah terfavorit , kita harus kuliah di UNIMED, UPI Bandung dan universitas yang ada pendidikan gurunya.
4.     Realistic: kita dapat mendiskusikan rencana kita dengan orang tua, teman dan guru. Apakah cukup realistis jika kita menjadi guru? Mungkin kita cocoknya jadi Dokter atau insinyur. Intinya kita mengetahui dimana potensi kita.
5.     Time-Based: maksudnya, setiap langkah yang udah kita rencanakan itu perlu mempunyai batasan waktu yang jelas. Misalnya kapan ikut SPMB, kapan lulus sekolah, kapan daftar di sebuah sekolah terfavorit sebagai guru.
  • Organizing: adalah usaha kita untuk mengatur rencana kita dengan membuat jadwal-jadwal yang cukup jelas. Disediakan juga waktu tidak terduga, khawatir ada kegiatan yang penting dan mendesak. Itulah tugas kita untuk mengaturnya, dan jangan terlalu ketat dalam pengaturan jadwal.
  • Actuating: simpelnya kerjakan sekarang juga, jangan pakai di tunda-tunda. Karena kalau ditunda-tunda pasti kerjaannya menumpuk numpuk dan membuat kita sulit untuk menyelesaikannya.
  • Controlling: maksudnya ingat selalu apa yang harus dikerjakan dan apa yang sudah dikerjakan dalam rangka mencapai perencanaan yang telah kita perbuat. Selalu di kontrol atau dilihat perkembangannya. Salah satu kelemahan organisasi adalah sistem kontrol yang kurang.jadi, perhatikan rencana yang sudah di buat. Pantau terus tuh rencana, jangan sampai ada yang melanggar.
  • Evaluating: evaluasi pada akhir rencana atau pada tahapannya, kira-kira apa yang salah, dan apa sudah benar tujuannya. Kalau salah, coba tanyakan lagi pada diri kita kenapa hal itu bisa salah. Dan kedepan kita bisa perbaiki lagi.
Dari keterangan yang telah dilakukan berdasarkan cara yang telah disebutkan tersebut, maka dilakukan 2 percobaan, dimana dalam percobaan I, manajemen waktu di uji dengan baik dan sesuai. Sedangkan pada percobaan II, manajemen waktu di uji dengan tidak sungguh-sungguh. Maka, dari kedua percobaan tersebut, dapat diperoleh bahwa pada percobaan I mendpatkan hasil ataupun manfaat yang baik sesuai manfaat yang telah tertera di bab sebelumnya. Sedangkan pada percobaan II, tidak mendapatkan hasil yang diinginkan karena tidak dilakukan secar optimal.
Adapun manfaat yang tersampaikan secara singkat yang akan diperoleh dari memanajemen waktu adalah sebagai berikut :
  • Perencanaan Masa Depan
  • Menyeinbangkan dan menyelaraskan kehidupan
  • Komunikasi – Meningkatkan Hubungan Antar Pribadi
  • Berpikir Mencari Peluang Atau Tantangan Baru
  • Meraih Manfaat Penyelesaian Kegiatan Yang Bersifat Jangka Panjang
























BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN

5.1  Kesimpulan

Dari data-data yang telah berhasil dihimpun dan percobaan yang telah penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa :
1.      Manajemen Waktu merupakan suatu proses pribadi dan harus sesuai dengan gaya
& lingkungan hidup kita sendiri, dan untuk merubah kebiasaan itu perlu
komitmen yang kuat.
• Memanfaatkan analisa dan perencanaan
• Mengetahui masalah yang dihadapi
• Menggunakan waktu serta apa konsekuensinya
2.      Perencaan yang baik mencakup :
  • Menetapkan sasaran.
  • Menetapkan sumber daya yang diperlukan.
  • Menentukan penanggungjawab.
  • Menyusun langkahtindakan.
  • Menjadwal langkah tindakan.
  • Memilih saat mulai yang memungkinkan pencapaian sasaran sesuai tanggal yang diinginkan.
  • Menyiapkan titik-titik pengukuran hasil & peninjauan kembali
    menetapkan prioritas dengan metode abc :
    ”A” = harus dilakukan
    Perintah atasan, permintaan penting dari pelanggan, batas waktu yang mendesak.
    ”B” = sebaiknya dilakukan
    Tidak menyangkut batas waktu kerja yang kritis, pekerjaan yang membantu. Peningkatan kinerja tetapi tidak mutlak perlu.
    ”C” = baik bila dilakukan
    Kategori ini dapat ditunda, dihapuskan atau dijadwalkan pada saat lowong.
  1. Manfaat yang dapat diperoleh dari memanajemen waktu adalah sebagai berikut :
  • Membantu kita membuat prioritas.
  • Mengurangi kecenderungan untuk menunda.
  • Membantu kita menghindari “tabrakan waktu”.
  • Memberi kita kebebasan dan kendali.
  • Membantu kita menghindari perasaan bersalah.
  • Kita bisa hidup dengan seimbang dan selaras.
  • Kita dapat merencanakan tujuan or cita-cita yang dikehendaki.
  • Selalu termotivasi untuk mencapai tujuan dan cita-cita.
  • Kita bisa lebih produktif.
  • Membantu mengevaluasi kemajuan kita.






5.2  Saran

Setelah melakukan berbagai penelitian dan percobaan, saya sebagai penulis menyarankan :
  1. Sukses makalah ini adalah jika ada satu-dua hati yang mulai bergerak dan mulai bekerja untuk mencoba memahani makna- makna, lalu secara diam-diam merakit kerja-kerja kecil menjadi sebuah gunung karya.
  2. Sebaiknya tingkat kesadaran kita dapat lebih meningkat terhadap kurangnya perhatian kita dalam terbuangnya waktu yang singkat ini dengan sia-sia. Sehingga setidaknya kita dapat menghargai sang waktu. Karena sedetik pun waktu berlalu, kita tidak akan dapat untuk mengembalikannya lagi.
  3. Sebaiknya kita semua mulai dapat memupuk sebuah impian kesuksesan yang moga-moga kiranya dapat kita capai di masa depan dengan menggunakan manajemen waktu ini.
  4. Kiranya kita tidak hanya mengetahui Karakteristik Waktu, tetapi dapat meresapi makna yang terkandung di dalamnya sehingga kita dapat memanfatkan waktu dengan baik. Adapun Karakteristik waktu, yaitu :
    • Waktu Tidak Dapat Diganti
    • Waktu Tidak Elastis
    • Waktu Tidak Dapat Dibalik
    • Waktu Sifatnya Personal.
  5. Sebaiknya timbul kesadaran bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara dan kehidupan akhiratlah yang abadi. Sehingga, ketika kita memahami bahwa hidup di dunia ini hanya persinggahan dan pengumpulan bekal untuk kehidupan abadi, maka kita pasti tidak ingin di perjalanan kita berikutnya kehabisan bekal. Kita pasti akan berusaha mengumpulkan bekal dengan berbuat amal sebanyak-banyaknya sesuai dengan apa yang telah diperintahkan Islam.



















DAFTAR PUSTAKA

Aisyah, Dewi.2008. Manfaatkan Waktu Liburan Sebaik Mungkin.
Rizky. 2008.Remember The Time.
STUDIA Edisi 227. 17 Januari 2005. Time Will Show You The Way.
An-Nu’aim, Muhammad Ibrahim. 2005. Misteri Umur Panjang. Jakarta: Qisthi Press.
Darwis, Androecia. 2004. Ketika Tahun Berganti. Jogjakarta: Ar-Ruzz.
Hariyono, Rudy. 2001. Menapak Jalan Sukses. Surabaya: Putra Pelajar.
Al-Qardhawi, Yusuf. 2007. Manajemen Waktu.
Matta, Anis. 2007. Setiap Saat Bersama Allah.
Hans, Jen. 2007. Personal Development Training.
Syaikhu, Ahmad. 2007. Yang Muda,yang memimpin. Jakarta : Buletin Reparasi.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar